Headlines News :
Home » , » Naskah Drama MUTASI SUNYI

Naskah Drama MUTASI SUNYI

Written By Admin on Thursday, July 30, 2009 | 12:03 AM

Oleh Tandi Skober

Sinopsis
Bermula dari ditemukannya sebuah prasasti kuno ‘Uler-Uler Kober’, Insya Allah, lakon teateronik ini saya muncratkan. Bunyi prasasti dalam teks huruf Jawa Koek Cerbon gundul pada hakikatnya bertutur seputar fenomena manusia Jawa pada saat bermutasi (atawa hijrah) dari masyarakat medeni (menakutkan) ke masyarakat madani (civil cociety).
Yang membuat rame ini cerita, ternyata tiap orang beda dalam memaknai prasasti Uler-Uler Kober itu. Kimardiah, misalnya, penemu pertama berpendapat pararsasti ini mengkhabarkan adanya harta karun yang selayaknya digali yang tentunya milik sang penemu. Awalnya Kimardiah bingung lantaran tak bisa baca teks prasasti. Untung ada Nurdin Mohamad Nurudin yang memang spesialis penterjemah batu tulis. Meski begitu Nurdin menolak untuk menafsirkan Prasasti Uler-Uler Kober itu. Ada firasat yang sulit diterjemahkan dengan nalar bahwa kalau Prasasti Uler-Uler Kober itu diterjemahkan maka akan terjadi geger-rerungon yang colaps.
Kimardiah marah! Nurdin dibunuh! Dan dalam lanskap sunyi, usai pembunuhan itulah, Nurdin memacapat Prasasti Uler-Uler Kober.
Nurdin, benar! Prasasti Uler-Uler Kober akhirnya menjadi magnit yang membuat semua orang untuk memilikinya. Alkisah, Zinandin, seorang politikus ternama meyakini bahwa teks-teks prasasti itu sebagai ajaran politik dari masa lalu yang menuturkan pernik-pernik upaya untuk meraih kekuasaan. “Siapapun yang ngerti teks Cerbon gundul ini akan menjadi presiden!” teriak Zinandin. Ia meminta agar Kimardiah melepaskan Prasasti Uler-Uler Kober. Akan halnya Nieke Nurjinah seorang pesinden merangkap artis selibritis ternama memaknai batu tulis itu sebagai sumber aura ajian pengasihan. Dan Nurjinah dengan segala cara ingin menguasai Prasasti Uler-Uler Kober.
Terjadi konflik antara politikus Zinadin dan Nurjinah. Hasilnya? Kesepakatan untuk bersetubuh disaksikan Prasasti Uler-Uler Kober . Konon ini agar pasangan sexs itu akan mendapatkan kekeramatan luar biasa dari Prasasti Uler-Uler Kober.
Itu persepsi masyarakat kelas menengah ke atas. Akan halnya, masyarakat bawah yang mana disebut juga komunitas akar rumput, konon batu tulis ‘Uler-uler Kober’ itu diyakini sebagai kode cespleng judi Togel (toto gelap). Bahkan Masya Allah, masa iya, sampai ada yang mentuhankan batu tulis lebih tuhan daripada tuhan! Lantas kalangan preman, pencopet, dukun, polisi, tentara, wartawan dan entah apa lagi melihat batu tulis dalam beda persepsi yang multi dimensi.
Hingga pada suatu hari, Nurjinah dan Zinadin melesat menjadi tokoh elite pusat kekuasaan. Mereka meyakini itu berkat persetubuhan di pelataran Prasasti Uler-Uler Kober. Itulah sebabnya ia berniat membawa Prasasti Uler-Uler Kober ke pusat kekuasaan. Ambisi Nurjinah ditentang oleh kalangan massa arus akar rumput. Dasar Nurjinah orang kuat Jakarta, ia hadirkan tentara untuk menggoalkan ambisi itu.
Konflik antara tentara dan massa berlangsung represif.
Agar lebih rame lagi, dan seperti biasanya, dalam situasi yang multi konflik ini muncullah tokoh arif wicaksono, elegan yang juga Islami. Namanya: Tandidun. Lelaki berwajah lugu ini dikenal sebagai seorang budayawan yang berada di atas awan. Konon ia turun dari mega-mega kontemplasi dan berusaha menafsir tunggal teks parasasti ‘Uler-Uler Kober’ itu.
“Batu tulis ‘Uler-Uler Kober’ itu tak lebih dari sekedar puisi atawa sajak kuno dari seorang pujangga bernama Kober. Bukan firman Tuhan, tidak juga tulisan hantu. Dan sama sekali tidak meramal masa depan. Tapi lebih tepat disebut obsesi mbah Kober dalam nenatap parahara di jamannya,”ucap Tandidun.
Agar cerita ini terus ditonton, saya putuskan bahwa massa menolak mentah-mentah apa yang dituturkan Tandidun. Zinadin misalnya berpendapat apa yang diucapkan Tandidun itu sebagai kebohongan publik, nalar konyol, olok-olok tak lucu dll, dlsb. Sementara Kimardiah menuding Tandidun sebagai seekor seniman sinting. “Namanya saja Tandidun pasti orang edan. Bila tidak edan yah tidak bernama Tandidun!” teriaknya, sombong dan wahhhh angkuhnya. Terlebih lagi Nurjinah ia debat semua konsep-konsep riliji yang dituturkan Tandiun.
Konflik kian meruncing manakala Tandidun tebarkan himbauan bahwa sudah saatnya bermutasi dari komunitas hantu ke komunitas Tuhan. “Itulah inti dari batu tulis ‘Uler-Uler Kober’,”ucap Tandidun, “Sebagai ummat Muhammad SAW, mari kita bangun masyarakat madani. Sebuah tatanan masyarakat yang mengakses tuntunan dari Allah dan Rasul.”
Massa menolak! Nurjinah menolak! Tentara bergerak hendak mengusir Tandidun. Dan, Tandidun terpaksa mengeluarkan bomt! Ia ingin hancurkan Prasasti Uler-Uler Kober. Ia tahu Prasasti Uler-Uler Kober itulah sumber mala petaka yang membuat orang mentuhankan hantu.
Saat-saat kritis, Kimardiah berhasil menelikung Tandidun dan merampas granat itu. Terus? Nurjinah memerintahkan tentara secepatnya memasung Tandidun di dekat Prasasti Uler-Uler Kober! Bukan cuma dipasung juga diputuskan Tandidun dieksekusi mati!
Malam terakhir sebelum Tandidun dieksekusi datanglah seorang lelaki tua ringkih membawa lentera.. Ia berjalan pelan mendekati batu tulis ‘Uler-Uler Kober’ dan Tandidun yang sedang dipasung. Dari bibirnya mengalir zikir dan teks batu tulis ‘Uler-Uler Kober’. Itu diucapkan ulang terus menerus.
Tandidun tersentak. Ia melihat kearifan purba yang pelan-pelan seperti mensterilkan ruang nalar dan iman. Sebuah monolog panjang antara Lelaki Tua dan Tandidun menjadi aura cerita bernafaskan keIslaman.
Tandidun pada akhirnya dieksekusi mati. Tapi ia tetap hidup. Ia bergerak menjadi lelaki tua yang meninting lentera dan menjadi pembawa berita sekaligus cerita agar manusia tak pernah berhenti untuk hijrah ke komunitas masyarakat madani! ***

Semarang, 21 Dulkangidah 1935/21 Dzulqa’dah 1423 H/24 Januari 2003 M
Hak Cipta Tandi Skober

Share this article :

0 comments:

Amir Taqi's Works

Amir Taqi's Works

BULAN PROMOSI BANYAK HADIAH

BULAN PROMOSI BANYAK HADIAH
Buruan Pre-Order Pasti Asyik

Popular Posts

Related Blog or Site

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kostum - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Distributed by Rocking Templates